Pengikut

Rabu, 12 April 2023

JURNAL REFLEKSI SEMUA MODUL DARI MODUL 1- 3

 

JURNAL REFLEKSI SEMUA MODUL/ KESELURUHAN MODUL 1, 2, DAN 3



Refleksi yang saya tulis kali ini terkait dengan modul 1.1, 1.2. 1.3, 1.4, 2.1, 2.2, 2.3, 3.1, 3.2, dan 3.3 yang mencakup keseluruhan modul yang pernah saya pelajari di pendidikan guru penggerak angkatan 6 di tahun 2022. Saya berusaha untuk merefleksikan dengan menggunakan model 4 F (Fact, Feeling, Finding dan Future).

Fact (Peristiwa)

 

Pendidikan guru penggerak dimulai pada minggu awal di bulan Oktober 2022 hingga bulan April 2023. Beberapa aktivitas pembelajaran yaitu diawali mulai modul 1.1 hingga modul 3.3 dimana konsep yang digunakan dalam pendidikan guru penggerak ini menggunakan alur MERDEKA yaitu diawali dengan Mulai dari Diri, dilanjutkan dengan Eksplorasi Konsep; Ruang Kolaborasi; Refleksi Terbimbing; Demonstrasi Kontekstual; Elaborasi Pemahaman; Koneksi Antar Materi; dan ditutup dengan Aksi Nyata.

Pada modul 1.1 berisi tentang paradigma dan memahami filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara serta melakukan refleksi kritis atas hubungan nilai-nilai tersebut dengan konteks pendidikan lokal dan nasional pada saat ini. Kemudian pada modul 1.2 yaitu mempelajari tentang nilai dan peran guru penggerak. Pada modul 1.3 mempelajari visi guru penggerak dengan menerapkan prakarsa perubahan menggunakan model BAGJA diharapkan saya mampu mengembangkan dan mengkomunikasikan visi sekolah yang berpihak pada murid kepada para guru dan pemangku kepentingan. Serta pada modul 1.4 mempelajari bagaimana membangun budaya positif di sekolah.

 

Dilanjutkan dengan modul 2 yaitu tentang praktik pembelajaran yang berpihak pada murid. Dimulai dari modul 2.1 yaitu tentang pembelajaran berdiferensiasi yang terbagi menjadi 3 yakni diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk. Tujuan dari pembelajaran berdiferensiasi adalah untuk mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang berbeda. Pada modul 2.2 saya mempelajari pembelajaran sosial emosional diharapkan saya mampu mengelola emosi dan mengembangkan keterampilan sosial yang menunjang pembelajaran. Kemudian yang terakhir modul 2.3 adalah melakukan praktik komunikasi yang memberdayakan sebagai keterampilan dasar seorang coach serta menerapkan praktik coaching sebagai pemimpin pembelajaran.

 

Pada modul 3 tentang pemimpin pembelajaran dalam pengembangan sekolah dimulai dari modul 1.3 yaitu saya melakukan praktik pengambilan keputusan yang berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran dengan menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan. Kemudian pada modul 3.2 tentang pengelolaan sumber daya di sekolah meliputi pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, waktu, dan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada murid. Dan yang terakhir adalah modul 3.3. tentang program yang berdampak positif pada murid dengan cara mengembangkan kegiatan berkala seperti membuat program yang berdampak positif pada murid, memfasilitasi komunikasi murid, orang tua dan guru serta menyediakan peran bagi orang tua terlibat dalam proses belajar yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.


Feeling (Perasaan)

Perasaan saya peroleh setelah mengikuti program pendidikan guru penggerak ini sangat senang karena saya mendapat banyak ilmu baru yang merubah paradigma berpikir saya selama ini tentang pendidikan. Bahwa pendidikan tidak hanya sekedar transfer ilmu saja melainkan menuntun anak untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan setinggi-tingginya. Selain itu pada pendidikan guru penggerak saya juga senang karena mendapat banyak ilmu baru, bagaimana cara mengambil keputusan pada kasus dilema etika, bagaimana cara supervisi akademik yang baik yang menggunakan praktik coaching. Serta bagaimana saya bisa membuat program-program yang berdampak positif pada murid dengan memaksimalkan semua aset yang ada di sekolah.


Finding (Pembelajaran)

Pengetahuan dan pengalaman baru akan diterima oleh saya sebagai calon guru penggerak pemimpin pembelajaran. Salah satu aplikasi nyata bagaimana seorang guru harus menghamba pada anak adalah mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi terhadap pelaksanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Pembelajaran yang mengakomodir seluruh kebutuhan peserta didik dari minat, kesiapan belajar dan profil belajar peserta didik.

Future (Penerapan)

Setelah mempelajari modul 1 hingga modul 3, saya akan melatih diri saya secara terus menerus dengan teknik teknik yang ada dalam modul sehingga menjadi cakap. Tak hanya itu saya juga akan mencoba mengenal dan menganalisis aset, kekuatan, potensi yang dimiliki sekolah maupun yang ada di sekitar sekolah untuk dapat diberdayakan untuk pengembangan sekolah kedepannya. Memanfaatkan aset sekolah secara maksimal untuk dapat digunakan dalam pembelajaran supaya bisa menggali potensi murid. Mencoba berkolaborasi dengan rekan sejawat untuk dapat menerapkan pendekatan berbasis aset atau kekuatan sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan khususnya di sekolah saya. Selain itu saya akan terus belajar dan menganalisis tentang program-program yang berdampak positif pada murid. Kemudian saya akan membagikan praktik baik kepada rekan sejawat tentang kepemimpinan murid dan berkolaborasi dengan teman CGP lainnya, kepala sekolah, komunitas praktisi, dan sebagainya dalam menyusun dan membantu melaksanakan program yang berdampak positif pada murid. Serta saya akan selalu berusaha untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi sebuah kebiasaan baik yang tentunya dengan tujuan murid akan mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya menjadi murid merdeka sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.


Salam Guru Penggerak!

Tergerak,

Bergerak,

Menggerakan.


===== Semoga Bermanfaat untuk kita semua ======

JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN LOKAKARYA 6

 


JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN LOKAKARYA 5

 



Minggu, 02 April 2023

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAPAK POSITIF PADA MURID

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID


Refleksi minggu ini saya akan menuliskan apa yang telah saya lakukan selama satu minggu ini, hal apa yang menarik yang saya temui, dan rencana selanjutnya yang akan saya lakukan pada minggu selanjutnya. Jurnal refleksi minggu ini saya menggunakan model 1 yaitu 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway.

1. Facts (Peristiwa)

Setelah melalui minggu ke-24 Program Guru Penggerak ini, banyak ilmu yang dapatkan, terutama dalam hal manajemen waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sempat tertunda. Minggu ini adalah minggu terakhir pembelajaran modul 3.3 tentang pemimpin dalam pengelolan program yang berdampak pada murid. Modul ini merupakan paket modul terakhir pembelajaran Calon guru penggerak Angkatan ke 6 Kabupaten Lombok Barat melalui LMS.

Activity minggu ini adalah dimulai dengan ruang kolaborasi 1 dan 2 bersama rekan rekan CGP dipandu oleh fasilitator kami, Bapak H. RATNO,S.Pd.,M.Pd Kemudian berlanjut dengan Refleksi Terbimbing dan Demonstrasi Kontekstual. Demonstrasi kontekstual merupakan rancangan program yang berdampak pada murid dengan menggunakan pemenuhan tahapan BAGJA.

BAGJA merupakan singakatan dari buat pertanyaan, ambil pelajaran, gali mimpi jabarakan rencana dan atur eksekusi. Setelah penyelesaian demonstrasi kontekstual, selanjutnya kami CGP Angkatan ke 6 Kabupaten Lombok Barat menggambarkan kaitan antar materi dalam modul 3.3 yang biasa kami sebut dengan istilah koneksi antar materi. Koneksi ini berisikan tentang penjelasan judul latar belakang serta keterkaitan dengan modul sebelumnya. Keterkaitan dengan materi sebelumnya adalah pemetaan sumber daya dengan program sekolah.

Dimana asset yang dimilki oleh sekolah perlu dikelola dengan baik untuk menggali potensi yang ada pada murid sehingga maksimalisasi pendidikan tercapai sesuai kodrat alam dan zaman murid sebagaimana cita-cita Ki Hajar Dewantara bapak pendidikan Nasional.Asset sekolah adalah modal manusia,modal sosial, modal fisik, modal lingkungan,modal financial,modal politik, modal agama dan budaya.

 2. Feelings (Perasaan)

Yang saya rasakan pada minggu ke dua ini adalah minggu yang membahagiakan sekaligus menyedihkan.Membahagiakan karena meskipun banyak tugas yang harus saya kerjakan, dapat terselesaikan dengan tepat waktu dan saya senantiasa diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa, Jika pikiran diibaratkan sebuah gelas, berusaha saya kosongkan supaya saya bisa menerima ilmu yang saya pelajari dari PGP ini. Saya berupaya akan adanya perubahan sebagai guru sebelum dan sesudah mengikuti PGP karena tugas sebagai Guru Penggerak sangatlah luar biasa yaitu untuk mengimplementasikan Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid. Adapun hal yang menyedihkan adalah pada minggu ini merupakan vicon terakhir kami dengan Fasilitator kami yaitu Bapak H. RATNO,S.Pd.,M.Pd yang selama kami menjalani program guru penggerak selalu sabar dan juga telaten membimbing kami dalam mengerjakan tugas-tugas di LMS. Meskipun kami belum pernah bertemu dengan beliaunya secara langsung, akan tetapi kedekatan rasa persaudaraan antara Fasilitator dan semua CGP di kelas kami terasa mendalam. Semoga suatu saat nanti kami para CGP dari Kabupaten Lombok Barat.

3. Findings (Pembelajaran)

Modul 3.3 ini menambah pemahaman saya dan CGP lain bahwa sebuah progran yang dirancang dan dibuat perlu termuat contents voice/suara, choice/pilihan dan ownership/kepemilikan murid. Step yang dilakukan dalam membuat program yang berdampak pada murid adalah dengan maping asset/ strengthness / potensi yang dimiliki oleh sekolah dengan tepat. Maping asset yang tepat akan memudahkan optimalisasi program berjalan dengan lancar tentunya membantu meminimalisir kendala. Optimalisasi asset yang benar tentunya memudahakan dalam mewujutkan visi-dan misi sekolah.

Modul ini juga menambah wawasan kami CGP untuk mengelola sebuah program yang berdampak pada murid dengan strategi MELR( monitoring, evaluation, learning and reporting). Selain dari itu kami juga di ajarkan pentingnya mengkaji SWOT (strengths,weakness,opportunities,threats) pada rencana program yang dibuat. Analisis SWOT (kekuatan,kelemahan,peluang dan ancaman) ini pun bermamfaat untuk meminimalisir resiko dalam menjalankan program yang berdampak pada murid di SDN 2 Pelangan.

Pembelajaran modul 3.3 ini merupakan point yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin dalam pembelajaran dalam rangka lebih berkreasi dan berinovasi serta bersinergi untuk mengembangkan asset yang ada di sekolah. Program yang terkelola dengan baik akan berdampak pada merdeka belajar dan tentunya akan melahirkan murid yang berprofil pelajar Pancasila.

4 Future (Penerapan)

Rancana kedepan dengan materi yang sudah didapat sebagai CGP akan sharing dengan rekan sejawat dan mengimplementasikan yang saya dapat di sekolah. Dalam menyusun sebuah program yang dirancang tentunya perlu termuat contents voice/suara, choice/pilihan dan ownership/kepemilikan murid. Jika ada kendala yang didapat kami CGP sudah tahu bagaimana meminimalisir resiko yang didapat.

Salam Guru Penggerak!

Tergerak, Bergerak , dan Menggerakkan

 

Selasa, 07 Maret 2023

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3.2 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA

 



JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3.2 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA


Oleh : I Made Yasa, S.Pd.SD

Dari SDN 2 Pelangan Kec. Sekotong

CGP Angkatan 6 Kabupaten Lombok Barat

 

 


Kali ini saya akan merefleksikan menggunakan MODEL 4C Conecction, Challenge, Concept, Change (4C) Model ini dikembangkan oleh Ritchhart, Church dan Morisson ( 2011). Model ini cocok untuk digunakan dalam merefleksikan materi pembelajaran. Ada beberapa pertanyaan kunci yang menjadi panduan dalam membuat refleksi model ini



MODEL 4C Conecction, Challenge, Concept, Change (4C) 1 Conecction : Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran anda sebagai calon Guru Penggerak ? 2. Challenge : Adakah ide, materi atau pendapat dari nara sumber yang berbeda dari praktik yang anda jalankan selama ini ? 3. Concept : Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak? 4. Change : Apa perubahan dalam diri anda yang ingin anda lakukan setelah mendapatkan materi pada hari ini ?



Sekolah sebagai sebuah ekosistem adalah sebuah bentuk interaksi antara faktor biotik dan abiotik. Kedua unsur ini saling berkaitan sehingga mampu menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis. Faktor Biotik : Faktor Abiotik : Murid, Kepala sekolah, Guru, Keuangan Staf/ Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana Pengawas Sekolah, Orang Tua, Lingkungan Alam Masyarakat sekitar sekolah, Dinas Terkait, Pemerintah Daerah MATERI YANG DIDAPAT.



PENDEKATAN BERBASIS KEKURANGAN/MASALAH (DEFICIT-BASED APPROACH) Fokus Pada Masalah Berkutat pada masalah utama Mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan-selalu bertanya apa yang kurang? Fokus mencari bantuan dari sponsor atau institusi lain Merancang program atau proyek untuk menyelesaikan masalah Mengatur kelompok yang dapat melaksanakan proyek MATERI YANG DI DAPAT



PENDEKATAN BERBASIS ASET (ASET-BASED APPROACH) Fokus pada aset kekuatan Membayangkan masa depan Berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut Mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya (aset dan kekuatan ) Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan Melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan MATERI YANG DI DAPAT



ASET-ASET DALAM SEBUAH KOMUNITAS MODAL MANUSIA MODAL SOSIAL MODAL POLITIK MODAL AGAMA DAN BUDAYA MODAL FISIK MODAL LINGKUNGAN / ALAM MODAL FINANSIAL MATERI YANG DI DAPAT



Peran Guru Penggerak diantaranya : 1. Menjadi pemimpin pembelajaran 2. Mengerakkan komunitas praktisi 3. Mendorong kolaborasi antar guru 4. Menjadi coach bagi guru lain 5. Mewujudkan kepemimpinan murid PERAN SEBAGAI CALON GURU PENGGERAK



01 Conecction : Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran anda sebagai calon Guru Penggerak ?

Ø Sebagai seorang pemimpin pembelajaran sekaligus pemimpin ekosistem sekolah memiliki peran dan harus mempunyai kemampuan dalam mengelola ekositem sekolahnya, yang mana di dalam ekosistem sekolah terdapat unsur biotik dan abiotik dan di dalamnya saling berkaitan. Untuk mengelola sumber daya atau aset utama dilakukan dengan pendekatan berbasis aset, agar muncul kekuatan atau potensi yang dimiliki sekolah.

Ø Sekolah disebut sebuah komunitas yang didalamnya terjadi proses pembelajaran. Sebagai Calon Guru penggerak mempunyai peran menggerakkan komunitas praktisi agar karakter komunitas menjadi sehat dan resilien dengan mempraktikkan dialog yang berkelanjutan, menumbuhkan komitmen warga sekolah untuk saling bergotong royong demi kemajuan muridmurid, membangun koneksi dan kolaborasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset sebagai modal utama, mampu mengidentifikasi modal utama dan pemanfaatannya, Membuat prakarsa perubahan positif dengan mewujudkan visi berbasis aset, bertanya apa yang sudah berhasil dilakukan/ bagaimana mengupayakan sehingga lebih baik lagi ? Merangkul perubahan dan bertanggung jawab terhadap komunitas, secara terus menerus memperluas dan memperbaharui kapasitas kepeimpinan.

Ø Mendorong kolaborasi antara guru dalam pengelolaan sumber daya, mendorong perencanaan dan tindakan kolaboratif, jaringan dan hubungan yang kuat antara penduduk, organi dan membina hubungan antarsasi, bisnis dan komunitas. Kolaborasi yang dimaksud adalah membentuk hubungan dan jejaring antara warga sekolah, masyarakat sekitar, organisasi yang ada, dan aset lainnya juga harus terjalin. Membangun dan membina hubungan antara warga sekolah, seperti hubungan guru-guru, guru-kepala sekolah, guru-murid, guru-staf sekolah, guru-staf sekolah-murid ataupun kepala sekolah-murid menjadi sangat penting untuk membangun sekolah yang sehat.

Ø Menjadi coach bagi guru lain dalam pendekatan berbasis aset/kekuatan untuk menemukenali hal-hal positif dalam ekosistem sekolah guna mengelola 7 sumber daya utama dan mengoptimalkan pemanfaatannya.

Ø Untuk mengelola sumber daya yang dimiliki sekolah, seorang calon guru penggerak harus mampu mengoptimalkan modal manusia salah satunya murid, dengan cara melakukan pembelajaran yang berpihak pada murid, memberikan kesempatan murid untuk mengembangkan bakatnya. Hal ini sejalan dengan peran guru penggerak yaitu mewujudkan kepemimpinan pada murid.



02 Challenge : Adakah ide, materi atau pendapat dari nara sumber yang berbeda dari praktik yang anda jalankan selama ini ?

Ada,selama ini yang saya lakukan sebelum mempelajari materi modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Dalam kegiatan rapat atau diskusi guru selalu membicarakan kekurangan/ masalah murid, fokus pada masalah yang ada. Jika ingin mengadakan sutau kegiatan selalu berkutat pada masalah kegiatan sebelumnya.Alhasil kegiatan yang akan dilakukan hanya untuk menyelesaikan masalah pada kegiatan sebelumnya dengan mencari bantuan kepada pihak luar ataupun hasilnya kurang optimal. Challenge : Adakah ide, materi atau pendapat dari nara sumber yang berbeda dari praktik yang anda jalankan selama ini ?



03 Concept : Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak?

Ø Konsep utama yang saya pelajari dan menurut saya penting yaitu : Pendekatan Berbasis aset (Asset-Based Approach) 1.Fokus pada aset dan kekuatan 2. Membayangkan masa depan 3. Berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut 4. Mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya (aset dan kekuatan) 5. Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan 6. Melaksanakan rencana aksi yang sudah dipergunakan Concept : Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak?

Ø Mengidentifikasi 7 modal sebagai aset utama dan mengelola pemanfaatannya dengan optimal : Pendekatan Berbasis aset (Asset-Based Approach) 1. Modal manusia 2. Modal social 3. Modal Politik 4. Modal Agama dan budaya 5. Modal fisik 6. Modal lingkungan / alam 7. Modal Finansial Concept : Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak?



04 Change : Apa perubahan dalam diri anda yang ingin anda lakukan setelah mendapatkan materi pada hari ini ?


Setelah mempelajari modul 2.3 ini saya merubah mindset bahwa segala sesuatu harus fokus pada aset dan kekuatan, membayangkan masa depan yang ingin diraih, berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan hal apa saja yang sudah dilakukan untuk mencapai kesuksesan tersebut, mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya, merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan, melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan. Change : Apa perubahan dalam diri anda yang ingin anda lakukan setelah mendapatkan materi pada hari ini ?



TERIMA KASIH SALAM GURU PENGGERAK TERGERAK-BERGERAK- MENGGERAKKAN



=========== Semoga bermanfaat Terimakasih ==============

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN

 



JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN (Modul 3.1. ) PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN


Oleh: I Made Yasa, S.Pd.SD

Dari SD Negeri 2 Pelangan Kec. Sekotong

CGP A-6 Kabupaten Lombok Barat


Pada modul 3.1. ini, saya merefleksi hasil kegiatan yang saya ikuti di LMS ini dalam bentuk jurnal refleksi. Jurnal Refleksi Dwi Mingguan ini membahas materi Modul 3.1 tentang Pengambilan Keputusan berbasis Nilai-nilai Kebajika sebagai pemimpin pembelajaran. Jurnal refleksi ini saya tulis sebagai media untuk mendokumentasikan perasaan, ide dan pengalaman saya serta praktik baik yang telah saya lakukan. Model refleksi yang saya gunakan adalah Model 1: 4F (Fakta, Perasaan, Temuan, Masa Depan).

Pada Refleksi Dwi Mingguan ini saya akan mencoba merefleksi pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan di Learning Management System (LMS). Pada minggu ini terdapat beberapa kegiatan pembelajaran, dimulai dari diri, eksplorasi konsep, forum diskusi eksplorasi konsep, ruang kolaaorasi kelompok, ruang kolaborasi presentasi kelompok, unggah tugas ruang kolaborasi, demonstrasi kontekstual modul 3.1, elaborasi pemahaman, Keterkaitan antar materi dan rencana tindakan nyata 3.1.

1. Fakta (Peristiwa)

Kegiatan pertama adalah membuat demonstrasi kontekstual dari modul 3.1. Dalam demonstrasi kontekstual saya, jurnal monolog terkait dengan materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Tugas ini membahas perbedaan persuasi moral dan dilema etika, 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan.

Minggu ini saya juga mengikuti kegiatan pembelajaran pada modul 3.1 Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran memasuki tahap akhir. Saya mengikuti kegiatan Elaborasi Pemahaman bersama instruktur (Ibu. Luh Gede Maya Wiriastuti Dewi), narasumber, dan teman-teman CGP se Kabupaten Lombok Barat dengan total peserta ±62 orang . Sebelum masuk ruangan, saya mengerjakan tugas di modul 3.1 bagian 3.1.a.8. Elaborasi Pemahaman - Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran (Pertanyaan) Saya mempresentasikan Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran kepada instruktur saya melalui kuesioner.

2. Perasaan

Saya antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran di minggu ke-18 ini. Pada modul 3.1. Sesi Elaborasi Pemahaman ini membahas contoh kasus yang berkaitan dengan persuasi moral dan dilema etika. Pengambilan keputusan harus memperhatikan 4 paradigma dilema etika dan 3 prinsip pengambilan keputusan yang baik serta dengan memperhatikan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan yang terdiri dari: (1) Menyadari adanya nilai-nilai yang bertentangan ​​dalam situasi ini (2) Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini (3) Mengumpulkan fakta yang relevan dengan situasi ini (4) Pengujian benar atau salah, meliputi: a. Ujian Hukum, b. Peraturan Tes/Standar Profesi, c. Uji Intuisi, d. Menguji Halaman Depan Koran e. Ujian Role Model/Idola f. Menguji halaman depan surat kabar, g.rangkuman proses perjalanan belajar saya sampai sekarang pada program guru mengemudi ini dengan menggunakan 10 soal driver yang tersedia di LMS di berbagai media Dalam rencana tindakan nyata saya membuat rencana tindakan tindakan nyata untuk berlatih Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran di sekolahku.

3. Temuan (Pembelajaran)

Informasi, pengetahuan dan pengalaman baru saya dapatkan di modul 3.1. ini Pada bagian keterkaitan materi, disini saya menyimpulkan dan menjelaskan keterkaitan materi yang telah saya peroleh dan melakukan refleksi berdasarkan pemahaman yang telah berkembang dari dulu hingga sekarang di berbagai media. Pada fase ini saya diajak untuk mereview seluruh materi pembelajaran dan menghubungkan antara materi pembelajaran yang sudah saya lakukan, Sedangkan pada rencana tindakan nyata saya membuat rencana tindakan tindakan nyata untuk praktik Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah saya yang didasarkan pada nilai-nilai kesejahteraan universal yang disepakati, menghubungkan nilai-nilai kesejahteraan yang disepakati dan dipercaya dalam pengambilan keputusan proses dilema etis, bersifat reflektif, kritis, dan terbuka dalam menganalisis nilai-nilai kesejahteraan yang terkandung dalam pengambilan keputusan dilema etis.



4. Masa Depan (Implementasi)

Sekolah merupakan 'lembaga moral' dimana karakter seluruh warga sekolah dibentuk dan dibentuk. Guru sebagai pemimpin pembelajaran dan kepala sekolah seringkali dihadapkan pada berbagai situasi dimana suatu keputusan harus diambil. Di sini, sebagai seorang guru, saya sering menemui banyak kasus atau tantangan terkait persuasi moral dan dilema etika. Oleh karena itu pengambilan keputusan yang tepat dari saya sebagai seorang pendidik sangat diperlukan. Dengan adanya materi Pengambilan Keputusan Sebagai pemimpin pembelajaran pada modul ini, saya berharap dapat menyerap ilmu dan menerapkan pengambilan keputusan dengan memperhatikan 4 paradigma dilema etika dan 3 prinsip pengambilan keputusan yang baik serta memperhatikan 9 keputusan -membuat dan menguji langkah-langkah untuk membantu mengatasi kasus atau tantangan. Selain itu, saya mencoba untuk membagikan materi ini kepada rekan-rekan saya dengan harapan agar kita semua menjadi lebih siap dan siap untuk mengatasi kasus dan tantangan tersebut.


Salam Merdeka Belajar!


JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3 COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK

 


JURNAL REFLEKSI DUA MINGGUAN (Modul 2.3) COACHING untuk supervisi akademik


Pada modul 2.3 ini, saya merefleksi hasil kegiatan yang saya ikuti di LMS ini dalam bentuk jurnal refleksi. Jurnal Refleksi minggu ini membahas materi Modul 2.3 tentang Coaching. Jurnal refleksi ini saya tulis sebagai media yang mendokumentasikan perasaan, ide dan pengalaman saya serta praktik baik yang telah saya lakukan. Model refleksi yang saya gunakan adalah Model 1: 4F (Fakta, Perasaan, Temuan, Masa Depan)

Kali ini saya akan mencoba merefleksi pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dalam Learning Management System (LMS). Kegiatan dimulai dari modul 2.3.a.3 sampai modul post test 2

1. Fakta (Peristiwa)

juga keterkaitan antara paradigma berpikir dan prinsip pembinaan dengan supervisi akademik, selain itu juga menjelaskan perbedaan antara pembinaan, kerjasama, konsultasi, dan evaluasi dalam rangka pemberdayaan teman sebaya, dibantu dengan video percakapan pembinaan yang membantu saya memahami caranya menjadi pelatih yang baik. Selanjutnya pada modul 2.3.a.4.3 kita membahas tentang Kompetensi Inti Pembinaan dan TIRTA sebagai alur percakapan Pembinaan, disini kita pelajari alur Pembinaan mulai dari Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi, dan Tanggung Jawab yang disingkat TIRTA ini diharapkan seperti air dimana komunikasi dapat mengalir, disini juga dibahas tentang esensi dari coaching yaitu kehadiran sepenuhnya dari coach, dengan memperhatikan secara penuh apa yang disampaikan oleh coachee, menjadi pendengar yang aktif dengan sesekali memberikan umpan balik tentang apa yang dibicarakan oleh coachee, dan mendiskusikan keterampilan membuat pertanyaan yang berbobot dalam percakapan coaching, selain itu, modul ini juga membahas proses percakapan coaching untuk membuat rencana aksi, coaching untuk refleksi, coaching untuk pemecahan masalah dan pembinaan untuk melakukan kalibrasi, kemudian dalam forum diskusi eksplorasi kita saling memperkuat pemahaman dengan berdiskusi antar CGP. Pada modul 2.3.a.5 yaitu ruang kolaborasi, saya berpasangan dengan Ibu Nur Ahillah dan Bapak Indra Kristianto Wahyu Hidayat untuk melakukan coaching conversation agar benar-benar memberikan pengalaman coaching yang nyata dengan rekan-rekan CGP, dan hasil percakapan tersebut divideokan dan diupload sebagai salah satu tagihan dari LMS, kemudian pada modul 2.3 .a.6 demonstrasi kontekstual,

2. Perasaan

Saya antusias dan sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran tentang coaching ini. Pada modul 2.3. ini, awalnya saya jadi penasaran bagaimana caranya menjadi coach yang baik, kemudian saya merasa sangat senang karena semuanya terjawab di modul ini ditambah beberapa latihan langsung dengan CGP agar pemahaman modul 2 menjadi baik. praktek Saya merasa masih banyak kekurangan sehingga saya merasa ingin belajar lebih banyak lagi dan mencoba memahami tentang coaching, bagaimana cara mengajukan pertanyaan yang berbobot, dan bagaimana bersikap sebagai seorang coach yang baik.

3. Temuan (Pembelajaran)

Informasi, pengetahuan dan pengalaman baru pada modul 2.3. memberikan saya banyak ilmu dan banyak pembelajaran tentang bagaimana menjadi coach yang baik dan bagaimana melakukan supervisi akademik yang baik yang dapat membantu perkembangan diri teman-teman sebaya, ada fase dimana saya diajak untuk mereview keseluruhan pembelajaran materi di Modul 2 : yang saya temukan mulai dari konsep Ki Hajar Dewantara tentang tujuan pembelajaran, tentang peran dan nilai guru penggerak, tentang pembelajaran berdiferensiasi yang juga terkait dengan Pembelajaran Sosial dan Emosional yang semuanya terkait dengan pembinaan dan supervisi akademik, dalam modul ini saya juga mencoba merencanakan tindakan nyata supervisi akademik teman sebaya, untuk membantunya mengembangkan efikasi diri teman sebayanya.

4. Masa Depan (Implementasi)

Sebagai seorang guru tentunya sering menemui banyak permasalahan di lapangan yang berkaitan dengan potensi siswa dan mungkin rekan kerja. masalah seringkali menjadi salah satu penghambat kemajuan seseorang dalam mencapai tujuannya, bahkan mungkin mereka tidak menyadari kemampuan dan kekuatan yang mereka miliki untuk menyelesaikan masalah tersebut. Oleh karena itu, pembinaan sangat diperlukan untuk dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut. Selanjutnya saya berharap semoga amal baik ini juga dapat dilakukan oleh rekan-rekan lainnya. Sehingga setiap orang bisa menjadi pelatih yang baik bagi siswanya dan orang lain.


============== Semoga Bermanfaat untuk semua =================


FILE

JURNAL REFLEKSI LOKAKARYA 7 CGP A-6 KABUPATEN LOMBOK BARAT

  JURNAL REFLEKSI LOKAKARYA 7 CGP A-6 KABUPATEN LOMBOK BARAT By: I Made Yasa, S.Pd.SD Dari SDN 2 Pelangan Kec. Sekotong Kab Lombok Bar...

TERATAS