Pengikut

Selasa, 07 Maret 2023

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3 COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK

 


JURNAL REFLEKSI DUA MINGGUAN (Modul 2.3) COACHING untuk supervisi akademik


Pada modul 2.3 ini, saya merefleksi hasil kegiatan yang saya ikuti di LMS ini dalam bentuk jurnal refleksi. Jurnal Refleksi minggu ini membahas materi Modul 2.3 tentang Coaching. Jurnal refleksi ini saya tulis sebagai media yang mendokumentasikan perasaan, ide dan pengalaman saya serta praktik baik yang telah saya lakukan. Model refleksi yang saya gunakan adalah Model 1: 4F (Fakta, Perasaan, Temuan, Masa Depan)

Kali ini saya akan mencoba merefleksi pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dalam Learning Management System (LMS). Kegiatan dimulai dari modul 2.3.a.3 sampai modul post test 2

1. Fakta (Peristiwa)

juga keterkaitan antara paradigma berpikir dan prinsip pembinaan dengan supervisi akademik, selain itu juga menjelaskan perbedaan antara pembinaan, kerjasama, konsultasi, dan evaluasi dalam rangka pemberdayaan teman sebaya, dibantu dengan video percakapan pembinaan yang membantu saya memahami caranya menjadi pelatih yang baik. Selanjutnya pada modul 2.3.a.4.3 kita membahas tentang Kompetensi Inti Pembinaan dan TIRTA sebagai alur percakapan Pembinaan, disini kita pelajari alur Pembinaan mulai dari Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi, dan Tanggung Jawab yang disingkat TIRTA ini diharapkan seperti air dimana komunikasi dapat mengalir, disini juga dibahas tentang esensi dari coaching yaitu kehadiran sepenuhnya dari coach, dengan memperhatikan secara penuh apa yang disampaikan oleh coachee, menjadi pendengar yang aktif dengan sesekali memberikan umpan balik tentang apa yang dibicarakan oleh coachee, dan mendiskusikan keterampilan membuat pertanyaan yang berbobot dalam percakapan coaching, selain itu, modul ini juga membahas proses percakapan coaching untuk membuat rencana aksi, coaching untuk refleksi, coaching untuk pemecahan masalah dan pembinaan untuk melakukan kalibrasi, kemudian dalam forum diskusi eksplorasi kita saling memperkuat pemahaman dengan berdiskusi antar CGP. Pada modul 2.3.a.5 yaitu ruang kolaborasi, saya berpasangan dengan Ibu Nur Ahillah dan Bapak Indra Kristianto Wahyu Hidayat untuk melakukan coaching conversation agar benar-benar memberikan pengalaman coaching yang nyata dengan rekan-rekan CGP, dan hasil percakapan tersebut divideokan dan diupload sebagai salah satu tagihan dari LMS, kemudian pada modul 2.3 .a.6 demonstrasi kontekstual,

2. Perasaan

Saya antusias dan sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran tentang coaching ini. Pada modul 2.3. ini, awalnya saya jadi penasaran bagaimana caranya menjadi coach yang baik, kemudian saya merasa sangat senang karena semuanya terjawab di modul ini ditambah beberapa latihan langsung dengan CGP agar pemahaman modul 2 menjadi baik. praktek Saya merasa masih banyak kekurangan sehingga saya merasa ingin belajar lebih banyak lagi dan mencoba memahami tentang coaching, bagaimana cara mengajukan pertanyaan yang berbobot, dan bagaimana bersikap sebagai seorang coach yang baik.

3. Temuan (Pembelajaran)

Informasi, pengetahuan dan pengalaman baru pada modul 2.3. memberikan saya banyak ilmu dan banyak pembelajaran tentang bagaimana menjadi coach yang baik dan bagaimana melakukan supervisi akademik yang baik yang dapat membantu perkembangan diri teman-teman sebaya, ada fase dimana saya diajak untuk mereview keseluruhan pembelajaran materi di Modul 2 : yang saya temukan mulai dari konsep Ki Hajar Dewantara tentang tujuan pembelajaran, tentang peran dan nilai guru penggerak, tentang pembelajaran berdiferensiasi yang juga terkait dengan Pembelajaran Sosial dan Emosional yang semuanya terkait dengan pembinaan dan supervisi akademik, dalam modul ini saya juga mencoba merencanakan tindakan nyata supervisi akademik teman sebaya, untuk membantunya mengembangkan efikasi diri teman sebayanya.

4. Masa Depan (Implementasi)

Sebagai seorang guru tentunya sering menemui banyak permasalahan di lapangan yang berkaitan dengan potensi siswa dan mungkin rekan kerja. masalah seringkali menjadi salah satu penghambat kemajuan seseorang dalam mencapai tujuannya, bahkan mungkin mereka tidak menyadari kemampuan dan kekuatan yang mereka miliki untuk menyelesaikan masalah tersebut. Oleh karena itu, pembinaan sangat diperlukan untuk dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut. Selanjutnya saya berharap semoga amal baik ini juga dapat dilakukan oleh rekan-rekan lainnya. Sehingga setiap orang bisa menjadi pelatih yang baik bagi siswanya dan orang lain.


============== Semoga Bermanfaat untuk semua =================


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FILE

JURNAL REFLEKSI LOKAKARYA 7 CGP A-6 KABUPATEN LOMBOK BARAT

  JURNAL REFLEKSI LOKAKARYA 7 CGP A-6 KABUPATEN LOMBOK BARAT By: I Made Yasa, S.Pd.SD Dari SDN 2 Pelangan Kec. Sekotong Kab Lombok Bar...

TERATAS