JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN (Modul 3.1. ) PENGAMBILAN
KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN
Oleh:
I Made Yasa, S.Pd.SD
Dari
SD Negeri 2 Pelangan Kec. Sekotong
CGP
A-6 Kabupaten Lombok Barat
Pada modul 3.1. ini, saya merefleksi hasil kegiatan yang saya ikuti di LMS ini dalam bentuk jurnal refleksi. Jurnal Refleksi Dwi Mingguan ini membahas materi Modul 3.1 tentang Pengambilan Keputusan berbasis Nilai-nilai Kebajika sebagai pemimpin pembelajaran. Jurnal refleksi ini saya tulis sebagai media untuk mendokumentasikan perasaan, ide dan pengalaman saya serta praktik baik yang telah saya lakukan. Model refleksi yang saya gunakan adalah Model 1: 4F (Fakta, Perasaan, Temuan, Masa Depan).
Pada
Refleksi Dwi Mingguan ini saya akan mencoba merefleksi pembelajaran dan
kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan di Learning Management System
(LMS). Pada minggu ini terdapat beberapa kegiatan pembelajaran, dimulai
dari diri, eksplorasi konsep, forum diskusi eksplorasi konsep, ruang kolaaorasi
kelompok, ruang kolaborasi presentasi kelompok, unggah tugas ruang kolaborasi, demonstrasi
kontekstual modul 3.1, elaborasi pemahaman, Keterkaitan antar materi dan
rencana tindakan nyata 3.1.
1. Fakta (Peristiwa)
Kegiatan
pertama adalah membuat demonstrasi kontekstual dari modul 3.1. Dalam demonstrasi
kontekstual saya, jurnal monolog terkait dengan materi pengambilan keputusan
sebagai pemimpin pembelajaran. Tugas ini membahas perbedaan persuasi moral
dan dilema etika, 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan.
Minggu
ini saya juga mengikuti kegiatan pembelajaran pada modul 3.1 Pengambilan
Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran memasuki tahap akhir. Saya mengikuti
kegiatan Elaborasi Pemahaman bersama instruktur (Ibu. Luh Gede Maya Wiriastuti
Dewi), narasumber, dan teman-teman CGP se Kabupaten Lombok Barat dengan total
peserta ±62 orang . Sebelum masuk ruangan, saya mengerjakan tugas di modul
3.1 bagian 3.1.a.8. Elaborasi Pemahaman - Pengambilan Keputusan sebagai
pemimpin pembelajaran (Pertanyaan) Saya mempresentasikan Pengambilan Keputusan
sebagai pemimpin pembelajaran kepada instruktur saya melalui kuesioner.
2. Perasaan
Saya
antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran di minggu ke-18
ini. Pada modul 3.1. Sesi Elaborasi Pemahaman ini membahas contoh
kasus yang berkaitan dengan persuasi moral dan dilema etika. Pengambilan
keputusan harus memperhatikan 4 paradigma dilema etika dan 3 prinsip
pengambilan keputusan yang baik serta dengan memperhatikan 9 langkah
pengambilan dan pengujian keputusan yang terdiri dari: (1) Menyadari adanya
nilai-nilai yang bertentangan dalam situasi ini (2) Menentukan siapa yang
terlibat dalam situasi ini (3) Mengumpulkan fakta yang relevan dengan situasi
ini (4) Pengujian benar atau salah, meliputi: a. Ujian Hukum,
b. Peraturan Tes/Standar Profesi, c. Uji Intuisi, d. Menguji
Halaman Depan Koran e. Ujian Role Model/Idola f. Menguji halaman depan
surat kabar, g.rangkuman
proses perjalanan belajar saya sampai sekarang pada program guru mengemudi ini dengan menggunakan 10
soal driver yang tersedia di LMS di berbagai media Dalam rencana tindakan nyata
saya membuat rencana tindakan tindakan nyata untuk berlatih Pengambilan
Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran di sekolahku.
3. Temuan (Pembelajaran)
Informasi,
pengetahuan dan pengalaman baru saya dapatkan di modul 3.1. ini Pada
bagian keterkaitan materi, disini saya menyimpulkan dan menjelaskan keterkaitan
materi yang telah saya peroleh dan melakukan refleksi berdasarkan pemahaman
yang telah berkembang dari dulu hingga sekarang di berbagai media. Pada
fase ini saya diajak untuk mereview seluruh materi pembelajaran dan
menghubungkan antara materi pembelajaran yang sudah saya lakukan, Sedangkan
pada rencana tindakan nyata saya membuat rencana tindakan tindakan nyata untuk
praktik Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah saya
yang didasarkan pada nilai-nilai kesejahteraan universal yang disepakati,
menghubungkan nilai-nilai kesejahteraan yang disepakati dan dipercaya dalam
pengambilan keputusan proses dilema etis, bersifat reflektif, kritis, dan
terbuka dalam menganalisis nilai-nilai kesejahteraan yang terkandung dalam
pengambilan keputusan dilema etis.
4. Masa Depan (Implementasi)
Sekolah
merupakan 'lembaga moral' dimana karakter seluruh warga sekolah dibentuk dan
dibentuk. Guru sebagai pemimpin pembelajaran dan kepala sekolah seringkali
dihadapkan pada berbagai situasi dimana suatu keputusan harus diambil. Di
sini, sebagai seorang guru, saya sering menemui banyak kasus atau tantangan
terkait persuasi moral dan dilema etika. Oleh karena itu pengambilan
keputusan yang tepat dari saya sebagai seorang pendidik sangat
diperlukan. Dengan adanya materi Pengambilan Keputusan Sebagai pemimpin
pembelajaran pada modul ini, saya berharap dapat menyerap ilmu dan menerapkan
pengambilan keputusan dengan memperhatikan 4 paradigma dilema etika dan 3
prinsip pengambilan keputusan yang baik serta memperhatikan 9 keputusan
-membuat dan menguji langkah-langkah untuk membantu mengatasi kasus atau
tantangan. Selain itu, saya mencoba untuk membagikan materi ini kepada
rekan-rekan saya dengan harapan agar kita semua menjadi lebih siap dan siap
untuk mengatasi kasus dan tantangan tersebut.
Salam
Merdeka Belajar!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar