Pengikut

Sabtu, 15 April 2023

JURNAL REFLEKSI LOKAKARYA 7 CGP A-6 KABUPATEN LOMBOK BARAT

 

JURNAL REFLEKSI LOKAKARYA 7 CGP A-6

KABUPATEN LOMBOK BARAT

By: I Made Yasa, S.Pd.SD

Dari SDN 2 Pelangan Kec. Sekotong Kab Lombok Barat


Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 6 telah memasuki bagian terakhir rangkaian program, yakni Lokakarya 7 yang dilaksanakan dalam 2 hari, Jumat-Sabtu 14-15 April 2023. Kegiatan Lokakarya 7 dilaksanakan di lokasi yang cukup representatif, yakni SMAN 1 Gerung Kab. Lombok Barat yang dapat menyediakan berbagai fasilitas yang cukup memadai. Kegiatan Lokakarya 7 ini memberikan imbas positif dan kesan yang luar biasa karena pelaksanaannya memadukan kolaborasi, kerja cepat dan tepat, koordinasi dan lain-lain dengan rekan CGP 1 kelompok maupun dengan rekan CGP lainnya. Deskripsi kegiatan Lokakarya 7 ini saya paparkan melalui jurnal refleksi dengan menggunakan model 4P yang telah saya susun.

Facts (Peristiwa)

Kegiatan Lokakarya 7 ini  dilaksanakan selama 2 hari dengan agenda atau rangkaian kegiatan sebagai berikut:

 

Hari Pertama:

Pada hari pertama ini, semua CGP dikumpulkan dalam satu ruangan besar, tepatnya di Aula SMAN 1 Gerung Kab. Lombok Barat yang cukup representatif. Kegiatan hari pertama diawali dengan pembukaan dari Panitia Satker PGP setempat dan Pengajar Praktik yang berlanjut dengan ice breaking yang membuat peserta lebih aktif. Setelah itu, Pengajar Praktik memaparkan tujuan pembelajaran dan kesepakatan belajar. Kemudian kami dikelompokkan untuk menuliskan evaluasi Program Pendidikan Guru Penggerak yang terdiri dari aspek panitia, bahan ajar, modul ajar, dan lain-lain. Kegiatan evaluasi ini berlangsung selama kurang lebih 45 menit. Selepas kegiatan evaluasi, selanjutnya adalah kegiatan berbagi aksi nyata terpilih masing-masing CGP dalam satu kelompok. Pada sesi ini, para CGP mendapatkan banyak inspirasi dan ide dari peserta lain mengenai aksi nyatanya dan tentunya dapat diaplikasikan di sekolah masing-masing. Kegiatan selanjutnya adalah berbagi dampak positif kegiatan CGP yang terdiri dari aspek Kepala Sekolah, rekan sejawat, murid, dan komunitas praktisi. Kegiatan hari pertama ini ditutup dengan persiapan pameran/panen karya hasil belajar PGP. Pada sesi ini kami berkelompok mendesain, mendekorasi, dan menginventarisir apa saja yang akan ditampilkan untuk pameran. Kegiatan ini tentunya memerlukan kolaborasi, kerja cepat dan tepat, koordinasi dalam satu kelompok. Persiapan pameran ini berlangsung sangat luar biasa dan berakhir pukul 01.00 WIB/Tengah malam.
























Hari Kedua:

Hari kedua ini merupakan kegiatan pameran panen karya hasil pembelajaran yang merupakan sesi puncak dari kegiatan Pendidikan Guru Penggerak. Semua kelompok menampilkan stand pameran yang luar biasa dan variatif yang tentunya berupa rencana program sekolah serta berbagai aksi nyata yang telah dilaksanakan. Kegiatan hari kedua ini sangat istimewa karena melibatkan berbagai tamu undangan yang berkenan hadir, seperti SETDA Lombok Barat (Bapak DR. H. Ilham, S.Pd., M.Pd), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lombok Barat (Bapak H. Nasrun, S.Pd.,M.Pd), Kabid GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Bapak H. Akhmad Suja’i, S.Pd., M.Pd ) Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, fasilitator, dan lain-lain yang memberikan dukungan serta apresiasi yang luar biasa.

Kegiatan hari kedua diawali dengan pembukaan, sambutan dari Bapak SETDA Lombok Barat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lombok Barat, Kabid Balai Guru Penggerak NTB, dan tampilan lainnya. Setelah itu, Bapak SETDA dan jajarannya berkeliling meninjau semua stand pameran panen karya dan memberikan umpan balik atau apresiasi yang positif. Salah satu hal yang sangat menarik dan inspiratif pada hari kedua ini adalah Kelas Berbagi oleh CGP mengenai aksi nyata yang telah dilakukan. Ada 3 orang CGP yang membagikan aksi nyata yang sangat inspiratif dan luar biasa. Ketiga orang pemapar sesi berbagi diantaranya adalah Ibu Bq Sri Herlina Muliati (Modul-1), Suartini Iklima (Modul-2) dan Bapak Arif Baihaki, S.Pd (Modul-3). Dalam kegiatan sesi berbagi ini juga ada tanya jawab yang interaktif. Selepas kegiatan sesi berbagi dilanjutkan dengan  evaluasi kegiatan dan penutup.










Feelings (Perasaan)

Setelah mengikuti kegiatan lokakarya 7 yang berlangsung selama 2 hari ini, saya merasa sangat bersyukur dan bahagia bahwasanya kita dapat saling menginspirasi dan mendapatkan ide-ide mengenai rencana program sekolah dan aksi nyata yang dapat diaplikasikan di sekolah masing-masing. Kegiatan Lokakarya 7 ini memberikan imbas positif dan kesan yang luar biasa karena pelaksanaannya memadukan kolaborasi, kerja cepat dan tepat, koordinasi dan lain-lain dengan rekan CGP 1 kelompok maupun dengan rekan CGP lainnya.

 

Findings (Penemuan)

Banyak pembelajaran yang saya dapatkan setelah mengikuti kegiatan lokakarya 7 ini, diantaranya adalah saya mendapatkan banyak inspirasi dan ide-ide luar biasa mengenai aksi nyata dan rencana pengembangan sekolah dari rekan CGP lain serta umpan balik dari para pengunjung yang luar biasa dan apresiasi serta dukungan yang positif dari Kepala Sekolah.

 

Future (Penerapan)

Setelah mengikuti lokakarya 7 ini, ada beberapa hal yang dapat saya terapkan diantaranya:

Semangat berbagi dan berkolaborasi dengan rekan sejawat mengenai program sekolah yang dapat dilaksanakan, mengambil hal/praktik baik dari rekan-rekan CGP yang dapat saya aplikasikan di sekolah, dan mulai menerapkan rencana program sekolah yang telah disusun dan konsisten dalam pelaksanaannya.

Demikian refleksi dari lokakarya 7 yang telah dilaksanakan, tentunya kegiatan lokakarya ini semakin menambah pengalaman, dan mempererat tali persaudaraan sesama rekan CGP serta memberikan imbas positif kepada CGP.

 

 

Salam Guru Penggerak!

Tergerak,

Bergerak,

Menggerakan.

Rabu, 12 April 2023

JURNAL REFLEKSI SEMUA MODUL DARI MODUL 1- 3

 

JURNAL REFLEKSI SEMUA MODUL/ KESELURUHAN MODUL 1, 2, DAN 3



Refleksi yang saya tulis kali ini terkait dengan modul 1.1, 1.2. 1.3, 1.4, 2.1, 2.2, 2.3, 3.1, 3.2, dan 3.3 yang mencakup keseluruhan modul yang pernah saya pelajari di pendidikan guru penggerak angkatan 6 di tahun 2022. Saya berusaha untuk merefleksikan dengan menggunakan model 4 F (Fact, Feeling, Finding dan Future).

Fact (Peristiwa)

 

Pendidikan guru penggerak dimulai pada minggu awal di bulan Oktober 2022 hingga bulan April 2023. Beberapa aktivitas pembelajaran yaitu diawali mulai modul 1.1 hingga modul 3.3 dimana konsep yang digunakan dalam pendidikan guru penggerak ini menggunakan alur MERDEKA yaitu diawali dengan Mulai dari Diri, dilanjutkan dengan Eksplorasi Konsep; Ruang Kolaborasi; Refleksi Terbimbing; Demonstrasi Kontekstual; Elaborasi Pemahaman; Koneksi Antar Materi; dan ditutup dengan Aksi Nyata.

Pada modul 1.1 berisi tentang paradigma dan memahami filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara serta melakukan refleksi kritis atas hubungan nilai-nilai tersebut dengan konteks pendidikan lokal dan nasional pada saat ini. Kemudian pada modul 1.2 yaitu mempelajari tentang nilai dan peran guru penggerak. Pada modul 1.3 mempelajari visi guru penggerak dengan menerapkan prakarsa perubahan menggunakan model BAGJA diharapkan saya mampu mengembangkan dan mengkomunikasikan visi sekolah yang berpihak pada murid kepada para guru dan pemangku kepentingan. Serta pada modul 1.4 mempelajari bagaimana membangun budaya positif di sekolah.

 

Dilanjutkan dengan modul 2 yaitu tentang praktik pembelajaran yang berpihak pada murid. Dimulai dari modul 2.1 yaitu tentang pembelajaran berdiferensiasi yang terbagi menjadi 3 yakni diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk. Tujuan dari pembelajaran berdiferensiasi adalah untuk mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang berbeda. Pada modul 2.2 saya mempelajari pembelajaran sosial emosional diharapkan saya mampu mengelola emosi dan mengembangkan keterampilan sosial yang menunjang pembelajaran. Kemudian yang terakhir modul 2.3 adalah melakukan praktik komunikasi yang memberdayakan sebagai keterampilan dasar seorang coach serta menerapkan praktik coaching sebagai pemimpin pembelajaran.

 

Pada modul 3 tentang pemimpin pembelajaran dalam pengembangan sekolah dimulai dari modul 1.3 yaitu saya melakukan praktik pengambilan keputusan yang berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran dengan menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan. Kemudian pada modul 3.2 tentang pengelolaan sumber daya di sekolah meliputi pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, waktu, dan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada murid. Dan yang terakhir adalah modul 3.3. tentang program yang berdampak positif pada murid dengan cara mengembangkan kegiatan berkala seperti membuat program yang berdampak positif pada murid, memfasilitasi komunikasi murid, orang tua dan guru serta menyediakan peran bagi orang tua terlibat dalam proses belajar yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.


Feeling (Perasaan)

Perasaan saya peroleh setelah mengikuti program pendidikan guru penggerak ini sangat senang karena saya mendapat banyak ilmu baru yang merubah paradigma berpikir saya selama ini tentang pendidikan. Bahwa pendidikan tidak hanya sekedar transfer ilmu saja melainkan menuntun anak untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan setinggi-tingginya. Selain itu pada pendidikan guru penggerak saya juga senang karena mendapat banyak ilmu baru, bagaimana cara mengambil keputusan pada kasus dilema etika, bagaimana cara supervisi akademik yang baik yang menggunakan praktik coaching. Serta bagaimana saya bisa membuat program-program yang berdampak positif pada murid dengan memaksimalkan semua aset yang ada di sekolah.


Finding (Pembelajaran)

Pengetahuan dan pengalaman baru akan diterima oleh saya sebagai calon guru penggerak pemimpin pembelajaran. Salah satu aplikasi nyata bagaimana seorang guru harus menghamba pada anak adalah mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi terhadap pelaksanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Pembelajaran yang mengakomodir seluruh kebutuhan peserta didik dari minat, kesiapan belajar dan profil belajar peserta didik.

Future (Penerapan)

Setelah mempelajari modul 1 hingga modul 3, saya akan melatih diri saya secara terus menerus dengan teknik teknik yang ada dalam modul sehingga menjadi cakap. Tak hanya itu saya juga akan mencoba mengenal dan menganalisis aset, kekuatan, potensi yang dimiliki sekolah maupun yang ada di sekitar sekolah untuk dapat diberdayakan untuk pengembangan sekolah kedepannya. Memanfaatkan aset sekolah secara maksimal untuk dapat digunakan dalam pembelajaran supaya bisa menggali potensi murid. Mencoba berkolaborasi dengan rekan sejawat untuk dapat menerapkan pendekatan berbasis aset atau kekuatan sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan khususnya di sekolah saya. Selain itu saya akan terus belajar dan menganalisis tentang program-program yang berdampak positif pada murid. Kemudian saya akan membagikan praktik baik kepada rekan sejawat tentang kepemimpinan murid dan berkolaborasi dengan teman CGP lainnya, kepala sekolah, komunitas praktisi, dan sebagainya dalam menyusun dan membantu melaksanakan program yang berdampak positif pada murid. Serta saya akan selalu berusaha untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi sebuah kebiasaan baik yang tentunya dengan tujuan murid akan mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya menjadi murid merdeka sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.


Salam Guru Penggerak!

Tergerak,

Bergerak,

Menggerakan.


===== Semoga Bermanfaat untuk kita semua ======

JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN LOKAKARYA 6

 


JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN LOKAKARYA 5

 



Minggu, 02 April 2023

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAPAK POSITIF PADA MURID

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID


Refleksi minggu ini saya akan menuliskan apa yang telah saya lakukan selama satu minggu ini, hal apa yang menarik yang saya temui, dan rencana selanjutnya yang akan saya lakukan pada minggu selanjutnya. Jurnal refleksi minggu ini saya menggunakan model 1 yaitu 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway.

1. Facts (Peristiwa)

Setelah melalui minggu ke-24 Program Guru Penggerak ini, banyak ilmu yang dapatkan, terutama dalam hal manajemen waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sempat tertunda. Minggu ini adalah minggu terakhir pembelajaran modul 3.3 tentang pemimpin dalam pengelolan program yang berdampak pada murid. Modul ini merupakan paket modul terakhir pembelajaran Calon guru penggerak Angkatan ke 6 Kabupaten Lombok Barat melalui LMS.

Activity minggu ini adalah dimulai dengan ruang kolaborasi 1 dan 2 bersama rekan rekan CGP dipandu oleh fasilitator kami, Bapak H. RATNO,S.Pd.,M.Pd Kemudian berlanjut dengan Refleksi Terbimbing dan Demonstrasi Kontekstual. Demonstrasi kontekstual merupakan rancangan program yang berdampak pada murid dengan menggunakan pemenuhan tahapan BAGJA.

BAGJA merupakan singakatan dari buat pertanyaan, ambil pelajaran, gali mimpi jabarakan rencana dan atur eksekusi. Setelah penyelesaian demonstrasi kontekstual, selanjutnya kami CGP Angkatan ke 6 Kabupaten Lombok Barat menggambarkan kaitan antar materi dalam modul 3.3 yang biasa kami sebut dengan istilah koneksi antar materi. Koneksi ini berisikan tentang penjelasan judul latar belakang serta keterkaitan dengan modul sebelumnya. Keterkaitan dengan materi sebelumnya adalah pemetaan sumber daya dengan program sekolah.

Dimana asset yang dimilki oleh sekolah perlu dikelola dengan baik untuk menggali potensi yang ada pada murid sehingga maksimalisasi pendidikan tercapai sesuai kodrat alam dan zaman murid sebagaimana cita-cita Ki Hajar Dewantara bapak pendidikan Nasional.Asset sekolah adalah modal manusia,modal sosial, modal fisik, modal lingkungan,modal financial,modal politik, modal agama dan budaya.

 2. Feelings (Perasaan)

Yang saya rasakan pada minggu ke dua ini adalah minggu yang membahagiakan sekaligus menyedihkan.Membahagiakan karena meskipun banyak tugas yang harus saya kerjakan, dapat terselesaikan dengan tepat waktu dan saya senantiasa diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa, Jika pikiran diibaratkan sebuah gelas, berusaha saya kosongkan supaya saya bisa menerima ilmu yang saya pelajari dari PGP ini. Saya berupaya akan adanya perubahan sebagai guru sebelum dan sesudah mengikuti PGP karena tugas sebagai Guru Penggerak sangatlah luar biasa yaitu untuk mengimplementasikan Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid. Adapun hal yang menyedihkan adalah pada minggu ini merupakan vicon terakhir kami dengan Fasilitator kami yaitu Bapak H. RATNO,S.Pd.,M.Pd yang selama kami menjalani program guru penggerak selalu sabar dan juga telaten membimbing kami dalam mengerjakan tugas-tugas di LMS. Meskipun kami belum pernah bertemu dengan beliaunya secara langsung, akan tetapi kedekatan rasa persaudaraan antara Fasilitator dan semua CGP di kelas kami terasa mendalam. Semoga suatu saat nanti kami para CGP dari Kabupaten Lombok Barat.

3. Findings (Pembelajaran)

Modul 3.3 ini menambah pemahaman saya dan CGP lain bahwa sebuah progran yang dirancang dan dibuat perlu termuat contents voice/suara, choice/pilihan dan ownership/kepemilikan murid. Step yang dilakukan dalam membuat program yang berdampak pada murid adalah dengan maping asset/ strengthness / potensi yang dimiliki oleh sekolah dengan tepat. Maping asset yang tepat akan memudahkan optimalisasi program berjalan dengan lancar tentunya membantu meminimalisir kendala. Optimalisasi asset yang benar tentunya memudahakan dalam mewujutkan visi-dan misi sekolah.

Modul ini juga menambah wawasan kami CGP untuk mengelola sebuah program yang berdampak pada murid dengan strategi MELR( monitoring, evaluation, learning and reporting). Selain dari itu kami juga di ajarkan pentingnya mengkaji SWOT (strengths,weakness,opportunities,threats) pada rencana program yang dibuat. Analisis SWOT (kekuatan,kelemahan,peluang dan ancaman) ini pun bermamfaat untuk meminimalisir resiko dalam menjalankan program yang berdampak pada murid di SDN 2 Pelangan.

Pembelajaran modul 3.3 ini merupakan point yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin dalam pembelajaran dalam rangka lebih berkreasi dan berinovasi serta bersinergi untuk mengembangkan asset yang ada di sekolah. Program yang terkelola dengan baik akan berdampak pada merdeka belajar dan tentunya akan melahirkan murid yang berprofil pelajar Pancasila.

4 Future (Penerapan)

Rancana kedepan dengan materi yang sudah didapat sebagai CGP akan sharing dengan rekan sejawat dan mengimplementasikan yang saya dapat di sekolah. Dalam menyusun sebuah program yang dirancang tentunya perlu termuat contents voice/suara, choice/pilihan dan ownership/kepemilikan murid. Jika ada kendala yang didapat kami CGP sudah tahu bagaimana meminimalisir resiko yang didapat.

Salam Guru Penggerak!

Tergerak, Bergerak , dan Menggerakkan

 

FILE

JURNAL REFLEKSI LOKAKARYA 7 CGP A-6 KABUPATEN LOMBOK BARAT

  JURNAL REFLEKSI LOKAKARYA 7 CGP A-6 KABUPATEN LOMBOK BARAT By: I Made Yasa, S.Pd.SD Dari SDN 2 Pelangan Kec. Sekotong Kab Lombok Bar...

TERATAS