Pengikut
Selasa, 07 Februari 2023
Rabu, 01 Februari 2023
BANGUN RUANG Pengertian - ppt download
Minggu, 27 November 2022
MODUL 2.2.a.8 KONEKSI ANTAR MATERI
MODUL 2.2.a.8 KONEKSI ANTAR MATERI
Oleh:
I Made Yasa, S.Pd.SD
SDN 2 Pelangan
CGP A-6 Kab. Lombok Barat
Menurut Ki Hajar
Dewantara, guru diibaratkan seorang petani dan murid adalah benihnya. Seorang
petani tugasnya adalah merawat dan menjaga benih-benih itu, tentu saja benih
yang tumbuh itu berbeda-beda dalam perkembangannya dan juga berbeda jenisnya.
Misalkan untuk merawat benih jagung tentu saja akan berbeda dengan merawat
benih padi. Seorang petani harus memberikan perawatannya sesuai dengan
kebutuhan benih-benih yang berbeda tadi sampai semuanya berbuah.
Begitu juga kita
sebagai guru harus jeli dalam melihat keberagaman kebutuhan siswa, ada yang
lambat, sedang, dan cepat. Ada yang suka agama, sains, seni, olahraga, dan
sebagainya. Ada yang suka belajar dengan cepat melalui penglihatan,
pendengaran, atau kinestetik. Semua harus kita akomodir dalam proses
pembelajaran.
Kita sadari
betul bahwa untuk melakukan sebuah perubahan itu dibutuhkan tekad dan upaya
yang keras, konsisten, dan berkesinambungan serta kolaborasi dengan semua
pihak. Untuk itu seorang guru harus mempunyai sebuah visi yang jelas, visi yang
berpihak pada murid, visi yang terukur dan realistis sesuai dengan kondisi dan
lingkungan masing-masing. Melangkah sedikit demi sedikit dan konsisten
dilakukan lebih baik daripada berlari namun terus berhenti. Itulah
sejatinya GURU PENGGERAK.
Pembelajaran
berdiferensiasi yag dilakukan oleh seorang guru menjadi jawaban atas kebutuhan
individu murid yang berbeda-beda berdasarkan kodrat alam dan zamannya.
Pembelajaran berdiferensiasi akan memenuhi setiap kebutuhan masing-masing murid
dengan memperhatikan faktor kesiapan murid, minat/bakat, dan gaya belajar
murid.
Dalam proses pembelajaran hendaknya guru juga memasukan pembelajaran sosil-emosional. Apakah pembelajaran sosial-emosianal itu? Pembelajaran Sosial-Emosional (PSE) adalah hal yang sangat penting. Pembelajaran ini berisi keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan anak untuk dapat bertahan dalam masalah sekaligus memiliki kemampuan memecahkannya, juga untuk mengajarkan mereka menjadi orang yang baik. Tidak bisa dipungkiri dalam melaksanakan tugas sebagai guru, pasti banyak masalah yang kita hadapi. Baik itu masalah dari murid, rekan kerja, orang tua, atasan, atau pun masalah yang timbul dari banyaknya tuntutan pekerjaan yang membuat stress atau tertekan.Keadaan seperti ini tentunya akan mengganggu proses pembelajaran di kelas. Kontrol emosi menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, berkesadaran penuh (mindfulness) menjadi sesuatu yang harus dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat pembelajaran sosial emosional pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah:
1. Memodelkan (menjadi teladan): Mendukung pendidik dan tenaga kependidikan dalam memodelkan kompetensi dan pola pikir di seluruh komunitas sekolah dengan murid, keluarga murid, mitra komunitas, dan satu sama lain. Ini dapat meliputi:
● Menerapkan kompetensi sosial emosional dalam peran dan tugas
● Menciptakan budaya mengapresiasi
● Menunjukkan kepedulian
2. Belajar: pendidik dan tenaga kependidikan merefleksikan kompetensi sosial dan emosional pribadi dan mengembangkan kapasitas untuk mengimplementasikan kompetensi sosial dan emosional. Kegiatan ini dapat meliputi:
● Membiasakan merefleksikan kompetensi sosial dan emosional pribadi
● Berkolaborasi di tempat kerja
● Mempelajari kemungkinan adanya bias terkait dengan literasi budaya
● Mengembangkan pola pikir bertumbuh
● Memahami tahapan perkembangan murid
● Meluangkan waktu untuk melakukan self-care (perawatan diri)
● Mengagendakan sesi berbagi praktik baik
Lalu apa hubungannya berkesadaran penuh (mindfulness) dengan pembelajaran sosial-emosianal? Menurut Hawkins (2017) latihan berkesadaran penuh (mindfulness) dapat membangun keterhubungan diri sendiri (self-awareness) dengan berbagai kompetensi emosi dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi berkesadaran penuh, niscaya kita bisa merespons sesuatu hal atau masalah dengan baik dan mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab. Kita bisa melatih diri berkesadaran penuh dengan teknik S-T-O-P. STOP merupakan akronim dari:
S – Stop: kita
berhenti sejenak dari aktivitas atau kegiatan
T – Take a deep
breathe (tarik nafas dalam)
O - Obeserve
(amati)
P – Proceed
(lanjutkan)
Adapun
kompetensi sosial-emosional adalah sebagai berikut:
1. Kesadaran
diri – pengenalan emosi
2. Pengelolaan
diri – pengelolaan diri dan fokus
3. Kesadaran
sosial – empati
4. Keterampilan
sosial – resiliensi
5. Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab
Contoh-contoh
teknik yang dapat menumbuhkembagkan kompetensi sosial dan emosianal :
- Membuat kolase diri
- Memeriksa perasaan diri
- Menuliskan ucapan terima kasih
- Mengidentifikasi emosi
- Mindful eating
- Cari teman baru
- Mengenali situasi menantang
- Latihan menyadari kondisi tubuh (body scanning)
- Kegiatan menulis surat
- Kegiatan role play komunikasi aktif
- Kegiatan menulis pengalaman bekerja sama dalam kelompok
Berikut
adalah contoh teknik KSE dalam ruang lingkup rutin, terintegrasi dalam
pelajaran, dan protokol (budaya/tata tertib?
1. RUANG LINGKUP: RUTIN
|
NO |
KSE |
TEKNIK
PEMBELAJARAN KSE (sesuai dengan
jenjang pendidikan murid) |
|
1 |
Kesadaran Diri Pengenalan
Emosi |
1. Teknik: daily
check in 2. Penjelasan
tentang apa yang dilakukan guru: Ajak anak menceritakan perasaannya ketika
datang ke sekolah 3. Penjelasan
tentang apa yang dikatakan pada murid: Mintalah anak untuk menceritakan
perasaannya ketika datang ke sekolah, kemudian memilih symbol emoticon yang
sesuai dan ditempel di papan emoticon. 4. Penjelasan
tentang tujuan: Menumbuhkan kesadaran diri, pengenalan emosi dan menumbuhkan
rasa percaya diri pada anak usia dini |
|
2 |
Pengelolaan Diri Mengelola Emosi Dan Fokus |
1. Teknik: Antri
ketika cuci tangan 2. Penjelasan
tentang apa yang dilakukan guru: Anak dibiasakan untuk membudayakan antri 3. Penjelasan
tentang apa yang dikatakan pada murid: mintalah anak untuk berbaris antri
ketika melakukan kegiatan cuci tangan 4. Penjelasan
tentang tujuan: Menumbuhkan kemampuan mengelola diri, mengelola emosi dan
fokus |
|
3 |
Kesadaran Sosial Keterampilan Berempati |
1. Teknik: Bakti
sosial hari Jum’at 2. Penjelasan
tentang apa yang dilakukan guru: Ajak anak untuk melaksanakan bakti sosial
pada hari jum’at 3. Penjelasan
tentang apa yang dikatakan pada murid: mintalah anak untuk belajar berbagi
kepada yang tidak mampu dengan melaksanakan kegiatan bakti sosial. 4. Penjelasan
tentang tujuan: Menumbuhkan keterampilan berempati pada anak |
|
4 |
Keterampilan Berhubungan Sosial Daya Lenting (Resiliensi) |
1. Teknik:
Kegiatan Makan Bersama 2. Penjelasan
tentang apa yang dilakukan guru: Ajak anak untuk melaksanakan kegiatan makan
bersama dan saling berbagi makanan yang dibawanya. 3. Penjelasan
tentang apa yang dikatakan pada murid: mintalah anak untuk melaksanakan
kegiatan makan bersama dan saling berbagi makanan yang dibawa dengan
temannya. 4. Penjelasan
tentang tujuan: Meningkatkan kemampuan anak untuk berhubungan social,
bekerjasama dalam mencapai suatu tujuan. |
|
5 |
Pengambilan Keputusan yang Bertanggung
Jawab |
1. Teknik:
Cleaning Up 2. Penjelasan
tentang apa yang dilakukan guru: Ajak anak untuk membersihkan dan membereskan
alat-alat yang digunakan setelah melaksanakan kegiatan. 3. Penjelasan
tentang apa yang dikatakan pada murid: mintalah anak untuk selalu
membersihkan dan membereskan alat-alat yang digunakan setelah melaksanakan
kegiatan. 4. Penjelasan
tentang tujuan: Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan belajar mengambil
keputusan. |
1. 2. RUANG LINGKUP: TERINTEGRASI DALAM MATA PELAJARAN
|
NO |
KSE |
TEKNIK
PEMBELAJARAN KSE (sesuai dengan
jenjang pendidikan murid) |
|
1 |
Kesadaran Diri Pengenalan
Emosi |
1. Teknik:
Bermain DaSi(Dadu Emosi) 2. Penjelasan
tentang apa yang guru: Ajak anak untuk bermain permainan Dadu
Emosi, 3. Penjelasan
tentang apa yang dikatakan pada murid: Minta anak untuk melempar dadu
memperagakan apa yang ada di dadu tersebut, misal dadunya menunjuk emoticon
sedih.anak tersebut memperagakan emosi sedih 4. Penjelasan
tentang tujuan: meningkatkan kemampuan
mereka untuk mengekspresikan emosi |
|
2 |
Pengelolaan Diri Mengelola
Emosi Dan Fokus |
1. Teknik: Craft
Topi “Jadi diri saya yang
terbaik" 2. Penjelasan
tentang apa yang dilakukan guru: Ajak anak diskusi bagaimana anak-anak dapat
menjadi diri yang terbaik mereka saat belajar 3. Penjelasan
tentang apa yang dikatakan pada murid: Minta anak untuk mewarnai dan membuat
topi mereka 4. Penjelasan
tentang tujuan: membangun keterampilan
manajemen diri |
|
3 |
Kesadaran Sosial Keterampilan
Berempati |
1. Teknik: Menonton
video/film 2. Penjelasan
tentang apa yang dilakukan guru: Ajak anak menonton sebuah film anak 3. Penjelasan
tentang apa yang dikatakan pada murid: Mintalah anak berhenti sejenak untuk
membahas perasaan atau emosi, konsekuensi atau konsep berharga lainnya 4. Penjelasan
tentang tujuan: memahami orang lain dan
perasaan serta perspektif mereka. |
|
4 |
Keterampilan Berhubungan Sosial Daya Lenting
(Resiliensi) |
1. Teknik:
Menyanyi 4 kata ajaib (Maaf, tolong, terimakasih, permisi) 2. Penjelasan
tentang apa yang dilakukan guru: Ajak anak untuk menyanyi bersama lagu 4 kata
ajaib 3. Penjelasan
tentang apa yang dikatakan pada murid: Minta anak mempraktekkan kata tersebut 4. Penjelasan
tentang tujuan: Interaksi dengan orang lain akan membantu mengembangkan
keterampilan berhubungan sosial |
|
5 |
Pengambilan Keputusan yang Bertanggung
Jawab |
1. Teknik: LK
jempol ke atas ke bawah 2. Penjelasan
tentang apa yang dilakukan guru: Ajak anak untuk mengamati LK yang disediakan 3. Penjelasan
tentang apa yang dikatakan pada murid: Minta anak memilih apakah gambar
tersebut baik atau tidak, jempol ke atas atau ke bawah 4. Penjelasan
tentang tujuan: mengetahui cara membuat
keputusan yang baik untuk menjadi diri Anda yang terbaik. |
3. RUANG LINGKUP: PROTOKOL ( Budaya atau Tata Tertib )
|
NO |
KSE |
TEKNIK
PEMBELAJARAN KSE (sesuai dengan
jenjang pendidikan murid) |
|
1 |
Kesadaran Diri Pengenalan
Emosi |
|
|
2 |
Pengelolaan Diri Mengelola Emosi Dan Fokus |
1. Teknik :
Budaya 5S 2. Penjelasan
tentang apa yang dilakukan guru: Guru memberikan teladan kepada siswa dengan
memberi salam kepada siswa, senyum, menyapa siswa, dan menunjukkan sikap
sopan dan santun baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (di luar
jam pembelajaran). 3. Penjelasan
tentang apa yang dikatakan pada murid: Guru mengatakan salam kepada siswa.
“Assalamu’alaikum nak. Sedang apa? atau “bagaimana kabarmu” dan sebagainya.
Guru memberi salam dan menyapa siswa sambil tersenyum. Nada bahasa yang lemah
lembut disertai gestur tubuh yang beretika. 4. Penjelasan
tentang tujuan: Membiasakan siswa untuk berperilaku baik, berbudi pekerti
luhur yang dilandasi dengan kesadaran dan menumbuhkan karakter positif dalam
diri siswa. Hal ini ditujukan pula untuk melatih fokus siswa dari suatu hal
ke hal lainnya. |
|
3 |
Kesadaran Sosial Keterampilan
Berempati |
1. Teknik :
Pembiasaan Inpak Shadaqah Pada Hari Jumat 2. Penjelasan
apa yang dilakukan guru: Guru bercerita
tentang bencana alam yang sedang terjadi sekarang ini misalnya, tentang
banjir, longsor, atau menayangkan video yang terkena bencana
alam misalkan banjir, longsor, tsunami dll, mengajak murid untuk
memikirkan bagaimana bila musibah tersebut dialami oleh
mereka, murid di suruh menuliskan perasaan mereka pada selembar
kertas setelah mendengarkan cerita atau menonton video tersebut. Mengajak murid
untuk praktek langsung membantu orang lain yang sedang membutuhkan, misalnya
memberi uang kepada pengemis di jalan, membantu teman yang mendapat kesusahan
mengajak murid untuk menjenguk orang sakit dll 3. Penjelasan
tentang apa yang dikatakan kepada murid: Coba amati
video yang ditayangkan, kemudian bayangkan jika yang terjadi dalam video
tersebut teralami oleh kalian, dan bagaimana perasaan kalian? Apa yang
kalian bisa lakukan untuk meringankan penderitaan mereka? dll 4. Penjelasan
tentang tujuan: Untuk menumbuhkan
sikap peduli terhadap sesama yang terkena musibah. |
|
4 |
Keterampilan Berhubungan Sosial Daya Lenting
(Resiliensi) |
1. Teknik:
Pendekatan Personal 2. Penjelasan
tentang apa yang dilakukan guru: Jika
ada siswa yang melakukan pelanggaran kesepakatan kelas, guru memanggil siswa
tersebut ke ruang guru atau ruangan khusus di luar jam pelajaran. Kemudian,
guru melakukan pendekatan personal terhadap siswa tersebut. 3. Penjelasan
tentang apa yang dikatakan pada murid: Setelah
berhadapan dengan siswa, guru mengatakan bahwa guru ingin memahami dan
mendengarkan alasan dari siswa tersebut dan memberi solusi sebagai
konsekuensi atas apa yang telah dia perbuat. Guru memberikan nasihat dan
motivasi agar siswa tersebut tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari. 4. Penjelasan
tentang tujuan: Membiasakan
siswa untuk menerima konsekuensi, bertanggung jawab dan membangun motivasi
diri untuk lebih baik. |
|
5 |
Pengambilan Keputusan yang Bertanggung
Jawab |
1. Teknik: Mebuat kesepakatan kelas dan memberikan fleksibilitas
tentang kesulitan pembelajaran dikelas. 2. Penjelasan
tentang apa yang dilakukan guru: · Memberikan motivasi kepada siswa agar mampu menyebutkan
ide aturan di kelas. · Menuntun siswa dalam musyawarah dalam pembuatan
aturan yang akan diterapkan dikelas. · Membuat kesepakatan aturan apa saja yang akan
diterapkan dikelas ,kemudian melaksanakan atturan tersebut dan yang melanggar
akan terkena konsekuensi logis yang sudah disepakati. · Melakukan penelitian dan pendekatan pribadi kepada
siswa, mencari tahu kesulitan tiap siswa yang berbeda, setelah diketahui,
guru memberikan keringan kepada setipa anak dalam mengerjakan tugas
belajarnya dan kemudian anak bisa membuat keputusan pelajaran mana dulu yang
akan dikerjakan dengan tetap mengerjakan pelajaran yang mereka anggap sulit
dengan meminta bantuan mengerjakannya kepada guru. 3. Penjelasan
tentang apa yang dikatakan pada murid: · Anak soleh solehah hari ini kita akan membuat
kesepakatan kelas,ini adalah aturan yang akan berlaku selama kita ada di
dalam kelas, baik itu aturan untuk belajar dan disiplin bertatakrama di
kelas. · Setelah semua ide terkumpul ,lalu dimusyawarahkan
aturan mana saja yang akan disepakati,setelah sepakat aturan yang akan
diberlakukan di kelas, warga kelas sepakat untuk melaksanakan dan menanati
aturan tersebut. · Fleksibilitas guru kepada siswa tentang kesulitan
mata pelajaran siswa yang berbeda-beda. Kita sebagai guru memotivasi siswa
agar bisa mengambil keputusan yang bertanggung jawab yaitu memotivasi mereka
agar mau mengerjakan tugas yang dianggapnya susah dikerjakan,dengan melakukan
pendekatan pribadi,membicarakan dari hati kehati apa kesulitan yang dihadapi
tiap anak, kita menuntun,memotivasi dan menyemangati anak agar dapat
mengambil keputusan untuk mengerjakan tugasnya. 4. Penjelasan
tentang tujuan: Dengan
pelaksanaan tekhnik tersebut diharapkan siswa dapat menaati aturan di kelasnya melalui kesepakatan kelas yang sudah dibuat
dan siswa mampu membuat keputusan untuk tetap mengerjakan tugas belajar yang
mereka anggap sulit. |
Kamis, 27 Oktober 2022
DEMEONSTRASI KONTEKSTUAL GAMBARAN GURU MASA DEPAN
Gambaran Guru Masa Depan
Seorang Calon Guru Penggerak harus mampu menumbuhkan manusia yang kuat nilai kemanusiaanya, yang memegang teguh nilai-nilai kebajikan. dalam konteks yang beranekaragam, kita memerlukan pegangan yang mempersatukan. Nilai-nilai kebajikan yang sifatnya universal lah kemudian yang dapat dijadikan "landasan bersama" ( Common-ground), bagi beragam kepentingan, suku bangsa, ras, agama, dan antar golongan.
1. Menjadi guru pembelajar dalam peran sebagai leadership.
Menjalankan 4 fungsi seorang guru dengan peran sebagai leadership
- Merencanakan tujuan belajar
- Mengorganisir berbagai sumber belajar
- Memimpin proses pembelajaran
- Mengawasi proses pembelajaran
Menjadi Leadership dengan Nilai Semboyan Ki Hadjar Dewantara
- Keteladanan = Menjadi role model untuk anak dalam menjadi sosok pemimpin masa depan dengan Profil Pelajar Pancasila
- Mengarahkan = Menuntun anak untuk meraih kebahagiaan yang setinggi-tingginya sesuai dengan kodrat alam & zamannya.
- Mendorong = Memberikan dukungan untuk anak dalam mewujudkan merdeka belajar yang sesungguhnya.
Nilai-nilai yang diharapkan :
- Berpihak pada murid
- Kolaboratif
- Inovatif
2. Leadership sebagai Studen Agency
Nilai-nilai yang diharapkan dari peran Studen Agency adalah :
- Berpihak pada murid
- Kolaboratif
- Reflektif
- Inovatif
- Kemandirian
3. Menjadi Coach Bagi Guru Lain
Contaonya :
Menjadi Instruktur Pelatihan
Nilai yang diharapkan dari kegiatan ini adalah Kolaborasi, Inovasi dan Mandiri.
4. Kepala Sekolah Melakukan Kolaborasi
FILE
JURNAL REFLEKSI LOKAKARYA 7 CGP A-6 KABUPATEN LOMBOK BARAT
JURNAL REFLEKSI LOKAKARYA 7 CGP A-6 KABUPATEN LOMBOK BARAT By: I Made Yasa, S.Pd.SD Dari SDN 2 Pelangan Kec. Sekotong Kab Lombok Bar...
TERATAS
-
JURNAL REFLEKSI DUA MINGGUAN (Modul 2.3) COACHING untuk supervisi akademik Pada modul 2.3 ini, saya merefleksi hasil kegiatan yang say...
-
Hari Ulang Tahun PGRI adalah hari yang diperingati oleh para guru di Republik Indonesia ini, yaitu berdirinya sebuah wadah atau organisasi...
-
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3.2 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA Oleh : I Made Yasa, S.Pd.SD Dari SDN 2 Pelangan Kec. Sekot...






