Pengikut

Minggu, 25 September 2022

Modul 1.2.a.8 KONEKSI ANTAR MATERI ( REFLEKSI MODEL 4F )

 

REFLEKSI MODEL 4F.

  1. FACT ( PERISTIWA )
           Peristiwa penting yang saya alami ketika menjadi seorang calon guru pengerak merupakan pengalaman pertama yang saya dapat dalam pemahaman modul 1.1 dan 1.2 adalah sebuah peristiwa yang sangat berharga dalam hidup ini karena saya telah mendapatkan pemahaman Konsep Filosofis KHD yang sangat relevan diterapkan dalam pendidikan saat ini, antara lain :  
  • Dasar-Dasar Pendidikan KHD - Menuntun
            “Pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak” (KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan, hal.1, paragraph 5)
  • Menuntun ( Among )


  • Kodrat Anak - Merdeka
Merdeka batin - Pendidikan 
Merdeka lahir – Pengajaran

Manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung kepada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri. Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama ialah memerdekakan manusia sebagai bagian dari persatuan (rakyat).
(KHD – Pendidikan dan Pengajaran Nasional, Desember 1928)
  •  Kodrat Anak - Bermain
Bermain adalah salah satu kodrat anak, Pikiran-Perasaan-Kemauan-Tenaga (Cipta-Rasa-Karsa/Karya-Pekerti) sudah ada pada diri anak, Permainan anak dapat menjadi bagian pembelajaran di sekolah.
  •  Berpusat pada murid.
“Bebas dari segala ikatan, dengan suci hati mendekati sang anak, bukan untuk meminta sesuatu hak, melainkan untuk berhamba pada sang anak.” (Ki Hajar Dewantara, 1922)”
Pokoknya pendidikan harus terletak di dalam pangkuan ibu bapak karena hanya dua orang inilah yang dapat “berhamba pada sang anak” dengan semurni-murninya dan se-ikhlas-ikhlasnya, sebab cinta kasihnya kepada anak-anaknya boleh dibilang cinta kasih tak terbatas (Karya Ki Hajar Dewantara, Pendidikan, halaman 382 – Buku Kuning)
  •   Nilai & Peran Guru Penggerak
Rokeach (dalam Abdul H., 2015), menyatakan bahwa nilai merupakan keyakinan sebagai standar yang mengarahkan perbuatan dan tolok ukur pengambilan keputusan terhadap objek atau situasi yang sifatnya sangat spesifik. Kehadiran nilai-nilai positif dalam diri seseorang akan membantu mereka mengambil posisi ketika berhadapan dengan situasi atau masalah, sebagai bahan evaluasi ketika membuat keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Kesadaran penuh bersama lima keterampilan sosial-emosional (kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan relasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dan beretika) yang memungkinkan bertumbuhnya pola pikir dan nilai-nilai yang diharapkan menubuh pada Guru Penggerak akan dipelajari lebih dalam di paket modul berikutnya (Modul 2.2 . Gambar 10 di bawah ini berupaya mengilustrasikan kata-kata kunci yang terkait dengan nilai-nilai guru penggerak: (1) berpihak pada murid, (2) reflektif, (3) mandiri, (4) kolaboratif, serta (5) inovatif.

  •   Berpikir Cepat & Berpikir Lambat
Otak mempengaruhi bagaimana manusia tergerak melalui sebuah video pendek berjudul “Eskalator dan Kerja Otak”. Video ini berupaya menjelaskan bagaimana otak bekerja dalam dua sistem berpikir yang berbeda, yaitu berpikir cepat dan berpikir lambat melalui perumpamaan eskalator yang berjalan turun. Video ini juga membahas bagaimana otak “3-in-1 (Triune)” manusia bekerja.

Otak Reptil
Batang otak mengelola semua otomatisasi dan reflek di tubuh demi kelangsungan hidup kita, sehingga mampu mengkonservasi energi yang digunakan otak. Bagian otak ini mengotomatisasi kerja organ dalam tubuh, seperti: jantung, hati, paru-paru, dan lain-lain yang terkait dengan sistem pernapasan, metabolisme, reproduksi, hormon, suhu tubuh, bertahan hidup seperti: refleks untuk fight, flight, freeze (melawan, kabur, diam), melindungi dari bahaya. Bagian otak ini selalu menganggap semua adalah ancaman hingga terbukti aman. Bagian otak ini menyerupai otak Reptil.
Otak Mamalia
Sistem limbik (amigdala) yang menyerupai otak Mamalia ini, bertanggung jawab soal emosi. Bagian otak ini adalah pusat emosi (takut, sedih, marah, senang, jijik, terkejut, dan lain-lain), bertanggungjawab atas dinamika hormon dan sistem kekebalan tubuh. Letaknya begitu dalam di otak kita sehingga seringkali mampu mengambil alih kendali diri seseorang. Terlukanya perasaan jauh lebih sakit dan lama sembuhnya ketimbang luka fisik biasa. Otak Mamalia tersebut juga memiliki kecenderungan alamiah yang sama dengan Otak Reptil yaitu: sebanyak mungkin mengkonservasi energi melalui otomatisasi, auto pilot. Dalam gambar perumpamaan tangan di atas, jika ibu jari yang menggambarkan otak mamalia pengelola emosi dibiarkan mengambil kendali, dibiarkan lepas, dan keluar dari persembunyiannya di dalam 4 jemari yang lain, maka 4 jemari pun akan dipaksa membuka, keadaan ini menggambarkan keadaan otak luhur yang tidak dapat bekerja, tidak dapat aktif.
Otak Berpikir (Otak Luhur – Otak Primata)
Otak berpikir terdiri dari otak Primata (bagian gerak kompleks, rekayasa penggunaan alat) yang berada dalam satu kesatuan dengan otak manusia, otak luhur, atau neocortex. Otak ini mengelola kemampuan berpikir (logis, rasional, terstruktur), kemampuan berbahasa, perencanaan dan pemecahan masalah, berimajinasi (mengenai masa depan, visi). Otak ini memang bertugas untuk berpikir strategis, kreatif, metakognitif. Ini merupakan kekuatan, namun karena kerja itu semua memakan banyak sekali energi, maka hal ini pun sekaligus menjadi kelemahan.

2. FEELINGS ( PERASAAN )

  • Bingung mau berbuat apa? 
Saya bingung pada awal masuk sebagai calon guru penggerak ini karena saya belum mengerti apa harus saya perbuat untuk memulai mengisi LMS ini.
  • Optimis harus bisa
Sebagai moto hidup saya adalah "Orang lain bisa kenapa saya tidak" jadi saya optimis harus bisa menguasai pembelajaran pada modul ini agar saya dapat membawa perubahan bagi diri saya, sekolah, dan masyarakat lingkungan sekitar dan dimanapun saya berada harus menghasilkan perubahan bagi generasi penerus bangsa. 
  • Antusias ingin tahu
Semangat perjuangan 45 yang saya selalu niatkan untuk membawa perubahan dalam dunia pendidikan sekarang ini, demi masa depan bangsa dan negara.
  • Senang dan Bahagia
Saya selalu bersyukur, senang dan bahagia ketika saya mengikuti pendidikan guru penggerak angkatan - VI ( enam ) ini. jadi ilmu yang saya dapatkan mudah-mudahan menjadi bekal untuk menjadi penggerak untuk murid, rekan sejawat dan masyarakat maupun dalam organisasi pendidikan.


3. FINDING ( PEMBELAJARAN )

  • Harus kosentrasi penuh dalam mengikuti pendidikan guru penggerak ini.
  • Tetap tenang dan selalu bersabar.
  • Memiliki rencana untuk masa depan sekolah dan lingkungan sekitar agar menjadi yang terbaik dalam memimpin pembelajaran di sekolah.
  • Tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang negatif selalu berpikir positif.

4. FUTURE ( PENERAPAN )

saya selalu menerapakan apa yang saya dapat dalam pendidikan guru penggerak ini antara lain :

  • Berpihak pada murid
  • Mandiri
  • Inovatif
  • Berkolaborasi
  • Reflektif
Agar tercermin profil Pelajar Pancasila antara lain sebagai berikut :
1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia; 2) Mandiri; 3) Bergotong-royong; 4) Berkebinekaan global; 5) Bernalar kritis; 6) Kreatif.




============= Semoga bermanfaat bagi kita semua ===================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FILE

JURNAL REFLEKSI LOKAKARYA 7 CGP A-6 KABUPATEN LOMBOK BARAT

  JURNAL REFLEKSI LOKAKARYA 7 CGP A-6 KABUPATEN LOMBOK BARAT By: I Made Yasa, S.Pd.SD Dari SDN 2 Pelangan Kec. Sekotong Kab Lombok Bar...

TERATAS